Trump Tantang New York Times Ungkap Pembocor Upaya Makar

07 September 2018 by
Trump Tantang New York Times Ungkap Pembocor Upaya Makar

Donald Trump menantang The New York Times untuk mengungkap identitas seseorang yang mengaku sebagai pejabat senior Gedung Putih penulis editorial terbuka mengenai upaya penggulingan sang Presiden Amerika Serikat.

"Apakah para 'jurnalis' investigasi The New York Times akan menginvestigasi diri sendiri - siapa penulis surat anonim itu?" kata Trump melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (6/9).

The New York Times sendiri mengakui bahwa mempublikasikan editorial anonim memang "keputusan yang sangat jarang" mereka ambil.

Namun, mereka menolak mengungkap identitas penulis tersebut karena dapat membahayakan jabatan orang itu.

Penulis anonim itu menggegerkan AS ketika tulisannya dimuat di The New York Times pada Rabu. Dalam tulisan itu, ia membeberkan segala keburukan perilaku Trump yang membuat para pejabat Gedung Putih jengah.

Pejabat anonim itu pun menyebut para staf Gedung Putih kerap bersekongkol untuk menggagalkan agenda dan melemahkan kewenangan Trump, yang dianggap labil dan amoral sebagai pemimpin.

"Ada banyak pejabat senior di dalam kabinetnya sendiri yang bekerja dengan giat untuk menggagalkan sejumlah agendanya dan keinginan terburuknya," tulisnya.

Ia bahkan mengatakan bahwa sejumlah pejabat sudah mencari celah untuk menerapkan Amandemen ke-25 Konstitusi AS yang memungkinkan penggulingan seorang presiden jika dianggap "tak dapat menjalankan kewenangan dan tugasnya dalam pemerintahan."

Tak lama setelah editorial terbuka ini dirilis, Trump berkicau, "Makar?"

Sehari setelahnya, Trump menghadiri kampanye Partai Republik di Montana, di mana ia kembali mempertanyakan identitas penulis anonim itu.

"Tak ada yang tahu siapa dia. Pejabat negara tak teridentifikasi yang mengkhianati para pemilih untuk memaksakan agenda rahasia mereka benar-benar merupakan ancaman bagi demokrasi itu sendiri," ucap Trump.

Sementara itu, rumor terus bergulir di jejaring sosial, memperkirakan sosok di balik tulisan kontroversial tersebut.

Wakil Presiden, Mike Pence; Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo; Menteri Pertahanan, Jim Mattis; dan Direktur Intelijen Nasional, Dan Coats; berada di daftar teratas nama yang kerap diprediksi sebagai sosok tersebut.

Melalui pernyataan tertulis, keempat pejabat itu membantah keras segala tudingan yang diarahkan ke mereka.

Ibu Negara, Melania Trump, pun buka suara dengan berkata, "Kepada penulis editorial terbuka itu -- Anda tidak melindungi negara ini. Anda menyabotase dengan tindakan pengecut Anda."

Berita Terkait

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
100%

Marah

390 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
deret 02 September 2019 | 11:12:44

kebenaran yang sesungguhnya itu pasti terungkap

Indosat Crooot 14 August 2019 | 16:00:09

wah jangan banyak mikirin trmp bisa pusing kepala ini

Satria 13 February 2019 | 15:08:52

banyak sekali isu isu politik yang terjadi selama ini

Dodik Pamungkas 12 February 2019 | 17:35:39

ah berisik loo presiden

Ludfi Ludfi 08 February 2019 | 21:46:02

wah jangan banyak mikirin trmp bisa pusing kepala ini

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top