Masa Peralihan Musim Berpotensi Terjadi Hujan Es, Sebut BMKG

06 March 2019 by
Masa Peralihan Musim Berpotensi Terjadi Hujan Es, Sebut BMKG

Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan, bahwa pada masa peralihan musim, baik musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya dapat berpotensi terjadinya hujan es, sebagaimana yang terjadi di Tangse Kabupaten Pidie, Selasa sore.

“Fenomena hujan es memang sering terjadi di Indonesia, apalagi diwaktu masa transisi/peralihan musim baik dari musim kemarau ke musim hujan ataupun dari musim hujan ke musim kemarau,” ungkap Arijuddin prakirawan BMKG, Stasiun Malikussaleh, Aceh, Selasa malam.

Ia menambahkan terjadinya hujan es tersebut dikarenakan suhu dalam awan sangat dingin sehingga terjadi gumpalan es dan tidak sempat mencair saat turun ke bawah. Akibatnya terjadi fenomena hujan es sebagaimana yang terjadi di Tangse Pidie.

Ia melanjutkan, berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi fenomena serupa ditempat lain, biasanya satu hari sebelum turun hujan es, udara dari pagi hingga malam hari terasa panas, sehingga menyebabkan terjadinya pembentukan awan konvektif yang menggumpal dan awan tersebut terbentuk secara berlapis lapis. Awan inilah asal terjadinya hujan es turun, ujarnya.

Sambung prakirawan BMKG itu mengatakan, berdasarkan pengalaman juga biasanya, mulai pukul 10.00 pagi terlihat pertumbuhan awan Cumulus menjulang tinggi dan terlihat seperti bunga kol. Kemudian dari awan tersebut berubah menjadi awan Cumulonimbus yang berwarna abu-abu dan agak kehitaman.

“Perlu diketahui bahwa jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada masa transisi atau pancaroba serta penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak, terang Arijuddin.

Oleh karena itu, diimbau kepada masyarakat agar selalu waspada apabila terlihat awan Cumulonimbus, dimana dengan adanya awan dimaksud, tentunya akan ada fenomena meteorologi tertentu yang akan terjadi. Seperti potensi hujan, baik itu hujan es atau bukan, angin kencang dan petir.

“Kapan datangnya hujan es kita tidak tahu, akan tetapi dapat mewaspadai terhadap keberadaan awan Cumulonimbus ini berdasarkan ilmu meteorologi. Kewaspadaan ini perlu dilakukan, mengingat wilayah kita (Aceh) akhir-ahir ini cukup panas. Jadi pada saat hujan pertama berpotensi diikuti juga angin kencang dan petir,” terangnya.

Apa Reaksi Anda ?

Love
100%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

510 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Ridwan Cungkring 02 October 2019 | 01:50:07

tetap jaga kondisi serta stamina ya

Firman Bagus Seputra 08 September 2019 | 10:49:21

bahaya juga kalau esnya terlalu besar

jarcoks skr 07 September 2019 | 15:09:43

bmkg juga menganalisis semua kejadian

Wawan Ardianto 06 September 2019 | 10:49:37

mungkin karena angin panas dan dingin

fear less 05 September 2019 | 11:08:59

wah enaklah disana udah musim hujan disni masih kemarau

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top