×
{{ results.post_category | category_uzone}}

{{ results.post_title }}

{{ results.post_date_stamp }} By
cnnindonesia.com

Sekitar 400 orang dari jemaah Majelis Taqorub Ilalloh Kabupaten Garut melaksanakan salat Id untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah di Lapangan Kerkof, Garut, Jawa Barat, Selasa (4/6).

Jemaah itu merayakan Lebaran lebih awal satu hari dari yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama pada Rabu (5/6).

Tim Media Majelis Taqorub Ilalloh Garut, Ridlo Muhammad mengatakan majelisnya menentukan 1 Syawal 1440 Hijriah merujuk pada hasil rukyat global di beberapa negara.

"Tadi malam (Senin) kami mendapatkan informasi sudah 35 negara melihat hilal," ujarnya usai melaksanakan Salat Id dikutip Antara, Selasa (4/6).


Ia menjelaskan keputusan itu hasil ijtihad para ulama yang menetapkan jika di suatu negara telah terlihat hilal 1 Syawal maka negara lain wajib hukumnya untuk mengikuti.

Ia mengatakan hasil pengamatan tadi malam, ada 35 negara di dunia yang sudah melihat kemunculan hilal atau petunjuk tanda berakhirnya pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan.

"Bagi kami ya sudah sah jika hari ini berlebaran, tidak genap sesuai pemerintah," katanya.

Terkait perbedaan dalam menentukan hari Lebaran, Ridlo tidak mempermasalahkannya karena semua keputusan tentunya berdasarkan hasil ijtima ulama.


Menurut dia, pemerintah Indonesia maupun organisasi Islam lainnya kemungkinan dalam menentukan 1 Syawal menggunakan rukyat lokal.

"Silakan pemerintah Lebaran (Rabu) mungkin menggunakan rukyat lokal," tambahnya.

Ridlo menyampaikan jemaah yang ikut Salat Id di Lapangan Kerkof dari beberapa kecamatan di Garut seperti dari Garut Kota, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Samarang dan kecamatan lainnya.

"Dari Limbangan, ada juga dari Cilawu, Cibatu dan lainnya," ujarnya.

Seorang jemaah Majelis Taqorub Ilalloh, Dedi Mulyadi (60) mengatakan perbedaan penetapan hari Lebaran dengan umat Islam lainnya tidak perlu diperdebatkan.

Ia menghormati perbedaan dan menjadikan Lebaran sebagai pesan damai bagi seluruh umat manusia, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai masalah.

"Semua juga punya pilihan masing-masing," ujarnya.

 

Berita Terkait

139 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Satria Kelana 20 October 2019 | 23:29:38

perbedaan seperti ini sudah biasa ya di Indonesia

susi anjar 08 September 2019 | 20:12:42

gakpapa yang terpenting sekarang jaga selalu kerukunan

Anas Mubarok 29 August 2019 | 15:12:28

majelis taqorubat lebaran pada selasa

Video Belakang 24 August 2019 | 12:36:55

semoga selalu diberi ampunannya ya

dek ipul 22 August 2019 | 14:46:07

itu ikutan aliran mana hisabnya kok gak jelas

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article