Lubang Raksasa Sukabumi Disebut Tak Terjadi Lagi Saat Kemarau

29 April 2019 by
Lubang Raksasa Sukabumi Disebut Tak Terjadi Lagi Saat Kemarau

Peneliti menyebut fenomena lubang raksasa di Sukabumi tidak akan terjadi lagi saat musim kemarau. Sebab, menurutnya terbentuknya lubang itu dipicu oleh hujan lebat.

"Iya [lubang terjadi akibat hujan lebat]. Ketika musim kemarau saya pikir tidak akan terjadi lagi fenomena itu," jelas Peneliti Geoteknologi LIPI Adrin Tohari saat dihubungi CNNIndonesia.com via sambungan telepon, Senin (29/4).

Hal ini diungkap Adrin ketika menjelaskan fenomena lubang raksasa yang terbentuk di Kampung Legok Nyenang, Desa Sukamaju, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Lihat juga:
Lubang Raksasa di Sukabumi Diduga Dampak Sungai Bawah Tanah

Lebih lanjut, Adrin menjelaskan bahwa fenomena lubang raksasa di Sukabumi ini sebenarnya serupa dengan kejadian tanah longsor.

Bedanya, tanah longsor terjadi di permukaan, tapi lubang di Sukabumi ini adalah longsor yang menggerus lapisan bawah tanah. Akibatnya, lapisan tanah di atas nya amblas dan membuat lubang.

Lebih lanjut, menurutunya kemungkingan terjadi kembali lubang misterius di Sukabumi masih bisa saja terjadi. Namun, diperkirakan lubang itu tidak akan terjadi secara masif di semua daerah Sukabumi.

"Kalau beberapa tempat mungkin, tapi tidak secara umum terjadi di semua daerah di Sukabumi. Cuma kalau kita berbicara masalah kabupaten Sukabumi, kerawanan yang paling utama itu (memang) rawan longsor sama rawan gempa,"

Namun ia meyakinkan kalau lubang raksasa yang terbentuk di Sukabumi itu tidak akan bertambah dalam karena ditemukan batuan di dasar lubang.

"Kalau di Sukabumi kan tidak teratur ya [bentuk lubang raksasa] dan tidak menerus [makin dalam]. Kalau ini kan dia ada dasar batuan keliatan, di mana muncul aliran airnya," jelas Adrin.

Sebelumnya, Kepala Badan Geologi ESDM menyebut lubang itu terjadi akibat aliran sungai bawah tanah yang terbentuk karena endapan gunung api. Menanggapi pendapat ini, Adrin menyebut hal tersebut masih berupa hipotesa.

"Jadi ini berupa hipotesa saja karena itu [lubang raksasa] terjadi di daerah endapan vulkanik, kemungkinan ada aliran sungai bawah tanah yang terbentuk kembali," kata Adrin.

Lubang dengan diamater sekitar 16 meter dengan kedalaman 12 meter muncul secara tiba-tiba di area persawahan penduduk di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Jawa Barat menyebut bahwa sebayak 109 rumah terdampak peristiwa. Laporan terakhir sebanyak 338 orang diungsikan di lokasi yang lebih aman termasuk ke rumah penduduk lain dan masjid.

Warga pun diimbau untuk tidak kembali ke rumah hingga waktu yang tidak bisa ditentukan sebab tanah masih belum stabil.

Berita Terkait

Apa Reaksi Anda ?

Love
0%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

365 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Don Bosski 21 August 2019 | 18:19:25

bisa terjadi lubang raksasa yang terbuka gitu

Mardiana Collection 18 August 2019 | 20:07:33

lumayan tuh untuk nampung air hujan

Michel Lud 05 August 2019 | 07:53:02

semoga saja tidak terjadi lagi tuh lubang raksasa

Joonyoung 06 July 2019 | 12:47:58

darimana asalnya lubang tersebut ya

Akun Pertama 05 July 2019 | 10:04:14

semoga saja tidak terjadi lagi tuh lubang raksasa

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top