Jamilah Terpesona dengan Alquran

16 June 2017 by
Jamilah Terpesona dengan Alquran

“Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan, ‘Jadilah, lalu terjadilah’,” surah al-An’am ayat 73. Inilah ayat yang membuat seorang wanita Amerika, Linda Koloctronis, mulai tertarik dengan Islam.

Pada mulanya, ia membaca Alquran untuk mencari kesalahan di dalamnya. Namun, konsep kun fayakun dalam surah tersebut telah mengubah niatnya. Mengapa? Karena ia telah mengenal konsep kekuasaan Allah itu sejak kecil, jauh sebelum ia mengenal Islam.

Perjalanan Linda hingga mendapat hidayah cukup panjang. Saat ini, ia telah berislam sekitar 26 tahun dan menjadi seorang penulis buku Islam yang didominasi fiksi Islami. Beberapa karyanya, yakni, Islamic Jihad: An Historical Perspective (1990), Innocent People (2003), Echoes (2006), Rebounding (2006), Turbulence (2007), Ripples (2008), dan Silence (2009).

Linda memeluk Islam saat usianya 23 tahun. Hingga mendapat cahaya hidayah, Linda mengalami pengalaman hidup yang tak singkat. Sejak kecil, ia dibesarkan dekat dengan gereja Lutheran. Ia juga mengenyam sekolah dasar di sekolah Lutheran. Ia bahkan bercita-cita menjadi menteri yang kemudian dapat menyebarkan Lutheranisme. Namun, di perjalanannya meraih cita inilah Linda justru menemukan Islam.

Atas keinginannya menjadi menteri Lutheran, Linda pun kuliah di Truman State University (Northeast Missouri State University). Gadis keturunan Yunani-Jerman ini begitu menggebu dalam mendakwahkan paham Luther.

“Untuk mengejar mimpiku, aku pindah ke sebuah universitas negeri dua ratus mil jauhnya dari rumah. Di sana aku segera menghubungi pendeta dari gereja Lutheran setempat dan mengatakan kepadanya bahwa aku ingin membantu apa saja yang aku bisa. Sebagai tugas pertama aku dikirim sebagai wakil pendeta untuk menyambut mahasiswa internasional baru. Saat tugas itulah, aku bertemu Muslimin untuk kali pertama,” kisah Linda.

Linda bertemu dengan seorang mahasiswa Muslim asal Thailand bernama Abdul Mun’in. Pertama kali bertemu, Linda merasa asing dengannya. Linda terheran dengan kebiasaan pria Thailand itu yang sering kali menyebut kata “Allah” dalam setiap ucapannya. Itulah kontak pertama Linda dengan Islam.

Linda kemudian mengetahui bahwa pria itu menganut agama Islam. Kesan pertama Linda adalah merasa kasihan dengannya. Ia pun berpikir untuk mendakwahkan Kristen kepada Abdul Mun’im.

“Aku mengajaknya ke gereja. Ia memenuhi ajakanku, namun ia membawa salinan Alquran. Aku pun sangat malu melihatnya. Ia pun justru memberitahuku sedikit tentang apa itu Islam dan Alquran,” ujar Linda mengenang.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Apa Reaksi Anda ?

Love
100%

Suka

Laugh
0%

Lucu

Surprised
0%

Kaget

Sad
0%

Sedih

Angry
0%

Marah

6 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Exotic One 14 January 2019 | 18:48:31

wow suka al guran keren banget mungkin itulah yang akan membingbingnya

Selamat 14 January 2019 | 16:47:31

wow suka al quran keren banget mungkin itulah yang akan membingbingnya

arman elektro 02 January 2019 | 18:33:51

mungkin itulah yang akan membimbignya

Youn 0402 17 November 2018 | 07:08:02

terima kasih informasinya sangat bermanfaat

rosit 28 May 2018 | 17:07:47

bagus itu semoga aja menjafi hafizah yang makmur ya jamile

Load More Comments
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id
To Top